Fitnah…

Fitnah, kadang kita sering mendapat kabar dari orang lain tentang omongan jelek tentang seseorang. Berhati-hatilah karena belum tentu itu benar dan bisa saja mereka hanya memfitnah orang itu. Karena orang yang beraninya fitnah dibelakang dan menyebarkan fitnah dibelakang itu termasuk perbuatan keji. Kadang ada orang yang iri dan dengki dengan orang yang mempunyai harta lebih darinya makanya memfitnah untuk menjatuhkan mereka.

Satu sikap yang merosakkan sesuatu kebahagiaan umat Islam ialah ‘suka membawa mulut’, mereka-reka serta menambah cerita buruk, malah melaga-lagakan orang sehingga kisah yang pendek menjadi panjang.

Ia juga disebut menabur fitnah iaitu menceritakan keburukan orang kepada individu tertentu dengan tujuan menimbulkan kebencian dan permusuhan terhadapnya.

Firman ALLAH didalam Al-Qur’an

”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat: 6)

Janganlah memata-matai saudaramu, dan janganlah kalian menjelek-jelekkan satu sama lain. Apakah kamu ingin memakan daging mentah, bangkai saudaramu yang sudah mati? Dan Allah tidak suka dengan hal itu. Laa yaghtab ba`dakum ba`da. Jangan menjelek-jelekkan satu sama lain, jangan bicara buruk tentang satu sama lain, karena dengan itu Allah akan menempatkan kalian di bawah hukumanNya dan mengambil seluruh hasanat (kebaikanmu) dan memberikan kebaikan amal ibadahmu kepada orang yang kalian dzalimi, dan mengambil keburukan dosa-dosa orang yang kalian dzalimi dan diberikan kepadamu.

Memfitnah hukumannya lebih berat dari ketidaktaatan. Fitnah akan menyebabkan hukuman yang lebih berat dari Allah. Allah swt menghukum lebih berat orang yang membuat fitnah daripada orang yang membuat dosa besar. Karena fitnah akan menciptakan kebingungan. Fitnah akan menciptakan situasi dimana banyak orang akan terjatuh dalam dosa fitnah itu tanpa mengetahui bahwa mereka telah jatuh kedalam perangkap setan, dan tidak ada jalan keluar bagi orang yang membuat fitnah. Tidak ada pengampunan bagi orang yang membuat fitnah. Itulah sebabnya Allah swt tidak suka dengan orang yang suka memfitnah.

Fitnah, ketika seseorang membuat fitnah, setelah itu terjadi maka orang percaya dan kemudian generasi baru yang datang, mereka pikir itu adalah kenyataan dan kebenaran maka kemudian situasi yang tercipta menjadi tidak ada yang berpikir bahwa cerita itu sebenarnya adalah fitnah. Jadi setelah 10-15 tahun orang-orang baru datang dan berpikir ini adalah realitas yang telah ditetapkan sebagai kebenaran, atau seseorang yang menuduh, mereka menganggap hal itu setelah beberapa waktu sebagai sebuah fakta kebenaran, tetapi pada kenyataannya adalah berita bohong. Maka tidak ada jalan keluar untuk mereka yang memfitnah, dan juga orang-orang yang menyebar fitnah, ini adalah Fatwaku, dosa orang yang memfitnah lebih besar dari dosa orang yang melakukan dosa besar.

Itulah sebabnya Allah swt ingin kita menjadi sadar, dan itulah sebabnya Dia mengatakan dalam Al Qur’an: Jangan menjelek-jelekkan satu sama lain. Lalu kalian akan menerima kutukan yang sama. Allah mengutuk orang yang membawa fitnah itu menyebar. Maka akan lebih baik untuk tetap diam di depan orang yang menyebar fitnah, karena Allah mengutuk orang yang membawa fintah keluar, kalian menjadi seperti Iblis. Jadi jika kalian bukan dari golongan Awliyaullah, dimana Allah swt berfirman: Awliya Allah, sesungguhnya mereka tidak ada rasa takut tidak juga mereka bersedih hati. Maka janganlah kalian terjatuh ke dalam fitnah.

Mengapa orang berkelahi satu sama lain? Karena fitnah dan gibah. Mereka berkelahi karena seseorang memfitnah orang yang tidak bersalah, sehingga mereka berkelahi.

perbuatan itu bukan hanya merugikan seorang dua, malah menyebabkan hilangnya perasaan kasih sayang, hormat dan kepercayaan, sehingga runtuh segala sendi kebahagiaan rumahtangga. Sikap seperti itu sangat tercela. Ia satu daripada perbuatan dosa besar yang akan mendapat ancaman seksa amat berat di hari pembalasan kelak.

Antara faktor yang menimbulkan fitnah ialah dorongan perasaan terhadap orang lain, ditambah kekurangan iman dan tiada kefahaman mengenai larangan dan kemurkaan Allah, malah hati dan jiwa seseorang yang kotor, lemah tahap pemikirannya dan sukar menerima kebenaran.

“Adapun orang yang berpenyakit dalam hati mereka, maka surah itu menambahkan kekotoran pada kekotoran yang sedia ada pada mereka dan mereka mati, sedang mereka berkeadaan kafir.” (at-Taubah:125)

Faktor lain yang mendesak seseorang melakukan fitnah kepada saudaranya ialah kerana ingin mendapatkan kuasa, pengaruh serta kepercayaan orang terhadap diri, malah ingin menunjukkan dirinya seorang yang lebih baik daripada orang yang jadi mangsanya.

Rasulullah s.a.w menegaskan, menyelidiki rahsia dan memfitnah orang lain yang baik, termasuk ciri orang munafik yang mengaku beriman dengan lidahnya, sedangkan hatinya benci. Mereka di hari kiamat akan dibebani dengan dosa besar di depan Allah.

Dengan perkembangan teknologi, semakin mudah pula mengadakan berita palsu, fitnah dan segala celaan, dengan cepat tersebar ke seluruh ceruk rantau.

Bagi penyebar fitnah sepatutnya perlu bertanggungjawab atas apa yang ditulis, diucap dan disebar, bukannya menulis, bercakap dan menyebarkan berita mengikut sesedap hati tanpa di selidiki, kerana semua itu akan ditanya Allah.

“Dan janganlah kamu mengikut apa yang kamu tidak ketahui; sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan ditanya apa yang dilakukan.” (al-Isra:36)

Orang yang menyebarkan fitnah nanti di dalam kubur akan disiksa oleh Allah. Perkara ini dapat dibuktikan melalui kisah yang diceritakan Rasulullah s.a.w.

Suatu ketika Rasulullah s.a.w melalui dua kubur lalu baginda bersabda, maksudnya: “Sesungguhnya penghuni dua kubur ini diseksa. Keduanya tidak diseksa kerana dosa besar.

Allah tidak membenarkan perkara keji, berita palsu ber kembang dalam masyarakat Islam, lebih-lebih lagi jika ia membabitkan kehormatan dan maruah seseorang.

Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk syurga, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Tidak masuk syurga orang yang suka mengadu domba.” Sebagai Muslim, sepatutnya masing-masing menghayati pengertian terhadap ‘Islam’ yang dianuti dan dijadikan cara hidup, iaitu kesejahteraan.

Agama kesejahteraan bukan hanya menjamin kesejahteraan kepada diri sendiri, malah ia juga memberikan kesejahteraan kepada orang lain, dengan tidak mengata terhadap saudara seagama, tidak menyakiti mereka dan tidak mencabuli hak mereka apatah lagi ahli keluarganya.

Perbuatan menabur fitnah sebenarnya lebih kejam daripada membunuh, kerana kesan kerosakannya lebih teruk. Jika dengan membunuh, walaupun ia tetap salah, tetapi mangsanya mungkin seorang, tetapi dengan fitnah mungkin mengakibatkan ramai orang dan kesannya berentetan se hingga bertahun-tahun.

Pada zaman nabi dulu pernah berlaku peristiwa fitnah, sebagaimana dialami isteri baginda, Saidatina Aisyah r.a. Beliau dituduh melakukan perbuatan keji dengan Safwan bin al-Ma’athal selepas perang umat Islam dengan Bani Mush thalaq pada tahun kelima hijrah. Akibat kejadian itu, lebih sebulan Aisyah sakit dan di asingkan Rasulullah sehingga turun ayat yang menegaskankesucianbeliau.

“Sesungguhnya orang yang membawa berita dusta itu golongan daripada kalangan kamu, jangan kamu menyangka berita itu buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang antara mereka akan beroleh hukuman sepadan dengan kesalahan dilakukannya itu, dan orang yang mengambil bahagian besar dalam menyiarkannya di antara mereka, akan beroleh seksa yangbesardiduniadandi akhirat.

Sesungguhnya orang yang suka menghebah tuduhan yang buruk di kalangan orang yang beriman, bagi mereka azab yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat dan ingatlah Allah mengetahui segala perkara sedang kamu tidak mengetahui. “Dan kalaulah tidak kerana adanya limpah kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, dan sesungguhnya Allah amat melimpah belas kasihan-Nya.” (an-Nur: 11-20)

Melalui pembacaan artikel ini sudah cukup jelas kepada umat Islam, apabila menerima sesuatu berita hendaklah terlebih dulu diselidiki, lebih-lebih lagi berita yang menyentuh kehormatan se seorang, kerana mungkin dengan penyelidikan itu dapat mengetahui lebih jelas perkara terbabit, sama ada benar atau palsu.

 

Baiklah dengan artikel fitnah ini, mudah-mudahan bermanfaat

Advertisements

🏵️Elak gangguan jin/syaitan🏵️

Mari amalkan…

1. Jangan sidai baju dalam bilik air . Setan akan masuk ke dalam baju tersebut. Bila kita pakai, kita yang kena.

2. Jangan biar baju disidai di luar berembun. Biarkan di luar, esok basuh balik baru jemur balik…nanti dia akan ikut masuk dalam rumah. Ambil sebelum maghrib.

3. Jangan biar nasi berteraburan di lantai. Jin akan makan. Seolah-olah kita menjemput mereka (jin/setan) masuk ke dalam rumah, habis makan malam bersihkan.

4. Jangan buka tingkap atau pintu waktu maghrib. Setan/jin akan masuk melalui ruang² yang terbuka.

5. Banyakkan bersedekah untuk hindar penyakit…termasuk penyakit hati, hasad dengki.

6. Berhenti seketika ketika perjalanan dalam waktu maghrib. Waktu maghrib merupakan zon merah, banyak setan berkeliaran. Singgah ke masjid atau kedai kopi.

7. Jangan biarkan anak main di luar rumah ketika waktu maghrib.

8. Jangan bercakap dalam tandas. Tandas rumah jin, umpama kita bersembang dengan dia.

9. Jangan kencing berdiri. Jin / syaitan yang disambar petir yang cacat akan sihat semula bila kena air kencing orang berdiri.

10. Tutup kepala bila buang air besar. Setan akan ambil najis dan lumur di atas kepala bila tidak ditutup.

11. Tutup makanan dan minuman ketika ditinggalkan. Memadai tutup dengan sudu dan baca bismillah..kalau tutup penuh lagi bagus. Setan akan berak & kencing dalam makanan yang terbuka lama.

12. Jangan makan makanan yang terbuka lama..sebab dah jadi makanan jin/setan

13. Jangan tidur kaki menghadap ke kiblat. Tidur mengiring ke kanan, badan dan muka hala ke arah kiblat..sihir mudah masuk kalau tidur kaki menghadap ke kiblat. ia akan masuk melalui kaki.

14. Jangan gantung gambar bernyawa dalam rumah.

15. Jangan pamerkan patung di dalam rumah.

16. Gunakan jam tawaf di rumah. Untuk dapatkan aura tawaf.
Ada 1 kes, gantung jam tawaf dalam rumah 3x jatuh, bila dikaji isterinya ada saka.

17. Amalkan ayat Manzil.

18. Pasangkan cd ayat Ruqyah & bacaan 30 juzuk.

19. Basuh pad wanita sebelum buang dalam tong sampah. Kalau tidak , jin suka makan darah.

20. Jangan makan/minum dengan tangan kiri.

21. Basuh pinggan makan selepas makan malam.

22. Sediakan semburan air yang telah di ruqyahkan untuk persiapan. Kalau ada apa² boleh digunakan.

23. Solat berjemaah dalam rumah bersama keluarga sekurang-kurangnya 3 kali seminggu.

24. Masuk rumah bagi salam, A’uzubillah, Bismillah hissami’il ‘alim dan masuk menggunakan kaki kanan.

25. Jangan tidur di antara Asar dan Maghrib. Zon oren atau zon kecerdikan. Kalau tidur akan jadi lembap.

26. Peluk isteri suami setiap kali bangun pagi.

27. Peluk dan cium anak bila hendak keluar.

28. Bacakan Al-fatihah dan tiupkan di ubun-ubun anak² masa tidur dan niatkan .

29. Genggam beras. Selawat 3x, alfatihah 1x, kacau ikut tawaf masa setiap kali nak masak nasi. Niat . Untuk kebahagiaan.

30. Jangan makan organ dalaman binatang. Contoh hati.

31. Letak ais pada pipi sekali sekala . Zon himunisasi.

32. Mandi ais sekali skala . Mandi sebelah malam. Untuk keluarkan haba panas dalam badan dan kebaikan organ dalaman.

33. Mandi garam pagi dan petang.

34. Pakai wangian sebelum tidur, jin tak suka wangi²an.

35. Digalakkan berhubungan dengan suami/isteri 3x seminggu.

36. Dilarang berhubungan dengan isteri/suami dalam tandas.

37. Amalan zikir asma ul husna.

38. Makan kurma 1 hari 1 biji

39. Makan garam bukit setiap pagi. Garam untuk neutralkan asid dalam badan.

40. Baca doa untuk lembutkan hati suami/isteri..tiup kat ubun dan telinga dia.

41. Baca 3 kali Surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebelum tidur, 3 kali ayat qursi.

42. Baca bismillah 5, 3x sebelum makan. Bismillahillazi…terlindung dari santau.

43. Selawat nabi 3x pada nabi sulaiman ketika nak ambil​ daun pada waktu malam.

44. Pasang lampu ketika tinggalkan rumah, jangan biar gelap.

45. Segalanya serah pada Allah taala.. Tawakal pada Dia…berdoa setiap pagi waktu subuh.

Semoga bermanfaat….

Syurga Sang Isteri…

Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a bermaksud:

“Aku pernah bertanya kepada Baginda: “Siapakah orang yang paling berhak ke atas isteri ?” Baginda menjawab:”Orang yang paling berhak kepada isteri ialah suaminya”. Kemudian aku bertanya lagi :”Dan siapakah orang yang paling berhak ke atas suami?” Baginda menjawab:”Orang yang paling berhak ke atas seorang suami ialah ibu kandungnya.” – (Riwayat Bazar dan al-Hakim)

Seperti semua sedia maklum, syurga seorang perempuan (belum kahwin) terletak di bawah tapak kaki ibunya.., tetapi, bagi seorang wanita (bergelar isteri), syurga nya terletak di bawah kaki suami.

Maknanya, taat kepada suami maka, si isteri akan mudah mendapat syurga. Mudah sebenarnya seorang wanita untuk mendapat syurga Allah s.w.t.

Dalam sebuah hadis yang lain pula Baginda bersabda bermaksud: “Sekiranya aku dibenarkan untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain nescaya aku perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya.” – (Riwayat Tirmizi dab Ibnu Hibban)

Betapa Rasulullah s.a.w menyuruh kita taat kan suami dan kalau si isteri menderhaka kepada suaminya.., walaupun cuma keluar tanpa izin. Maka jadilah si isteri tadi isteri yang nusyuz.., dan sesungguhnya isteri yang nusyuz tidak layak di syurga Allah!

Dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w bersabda bermaksud:

“Kebanyakan ahli neraka adalah terdiri daripada kaum wanita.” Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang daripada mereka: “Mengapa terjadi demikian, adakah kerana mereka berzina atau membunuh anak atau kafir ?” Baginda menjawab : “Tidak, mereka ini ialah mereka yang menggunakan lidah menyakiti hati suami dan tidak bersyukur akan nikmat yang disediakan oleh suaminya.” – (Riwayat Muslim)

Janganlah disakiti hati suami.., fikir sebelum nak berkata-kata.., kalau tak termasuklah kita dalam golongan di atas ni.

Kebelakangan ni mcam-macam kes tentang suami isteri dapat kita dengar, si isteri dah pandai mintak cerai sebab kononnya boleh hidup sendiri. Kalau lah si isteri yang mintak cerai dari suaminya baca hadis ni, rasanya mesti tak gamak dia nak berbuat sedemikian :

Sabda Rasulallah s.a.w bermaksud:

“Mana-mana isteri yang meminta suaminya menceraikannya dengan tiada sebab yang dibenarkan oleh syara’ maka haram baginya bau syurga.” – (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)

Ketahuilah wahai isteri sekalipun seseorang suami itu kejam atau jahat HARAM bagi isteri itu derhaka dan menyakiti hati suaminya. Isteri wajib taat kepada perintah suami dengan keadaan apa sekalipun SELAGI SUAMI TIDAK MEYURUH KE ARAH KEMAKSIATAN.

Ini adalah disebabkan oleh kemudahan jalan pintas untuk kesyurga yang Allah s.a.w berikan kepada isteri iaitu dengan hanya Menjaga Solat, Puasa,Jaga Kehormatan dan Taat Kepada Suami.

Sebagaimana Sabda Rasullullah s.a.w “Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki”

Sabda baginda lagi.., “Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang di kehendaki dengan tidak berhisab!”

Sebagaimana isteri firaun Asiah yang tetap taat dengan suaminya yang kafir sehingga beliau dipancung .

Al-Quran surah At-Tahrim ayat 11 yang bermaksud : “Dan Allah s.w.t mengemukakan satu misalan perbandingan bagi orang yang beriman iaitu perihal isteri Firaun ketika ia berkata : “Tuhanku, binalah untukku sebuah istana di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.”

Permohonan Asiah diperkenankan oleh Allah s.w.t, lalu Allah perintahkan kepada malaikat : “Sesungguhnya hamba-Ku memohon pada-Ku dan aku perkenankan permohonannya.

Maka perlihatlah padanya gambarannya kerana suaminya didunia akan Aku ganti dengan suami yang lebih baik di dalam syurga, istananya yang ada di dunia akan Aku ganti dengan istana yang lebih baik di dalam syurga.”

~Ainul Mardhiah~

Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari yang lain (bermaksud mata yang di redhai). Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat untuk berjihad/berdakwah untuk agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari2 syurga. Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya muda teringin sangat hendak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut, tetapi di sebabkan sahabat ini malu hendak bertanyakan kepada nabi saw,kerana malu kepada sahabat-sahabat yang lain. Namun dia tetap memberi nama sebagai salah sorang yang akan keluar di jalan Allah.

Sebelum Zohor sunnah nabi akan tidur sebentar (dipanggil khailulah, maka sahabat yang muda tadi juga turut bersama jemaah yang hendak berangkat tadi tidur bersama-sama sekejap.Tiba-tiba dalam tidur sahabat tersebut dia bermimpi berada di satu tempat yang sungguh indah, dia bertemu dengan seorang yang berpakaian yang bersih lagi cantik dan muka yang berseri2,lalu di tanya sahabat ini ,di manakah beliau berada,lalu ada suara yang menjawab,inilah syurga,tiba2 dia menyatakan hasrat untuk berjumpa dengan ‘Ainul Mardhiah (bidadari yang Nabi saw bagitahu tadi),lalu ditunjuknya di suatu arah maka berjalanlah sahabat ini, disuatu pepohon beliau mendapati ada seorang wanita yang tak pernah dia lihat kecantikan yang sebegitu,tak pernah dilihat didunia ini,lalu diberikan salam dan sahabat ini bertanya, andakah ini Ainul Mardhiah,wanita itu menjawab ehh tidakk(lebih kurang macam tu la dalam bahasa kita),saya penjaganya,Ainul Mardhiah ada di dalam singgahsana di sana.

Lalu dia berjalan dan memasuki satu mahligai yang cukup indah dan mendapati ada seorang lagi wanita yang kecantikannya berganda-ganda daripada yang pertama tadi di lihatnya, sedang mengelap permata-mata perhiasan di dalam mahligai,lalu diberi salam dan di tanya lagi adakah ini Ainul Mardiah lalu wanita itu menjawab,eh tidak, saya hanya penjagaya di dalam mahligai ini,Ainul Mardiah ada di atas mahligai sana, lalu dinaikinya anak-anak tangga mahligai permata itu, kecantikkannya sungguh mengkagumkan,lalu sahabat ini sampai ke satu mahligai dan mendapati seorang wanita yang berganda-ganda cantik dari yang pertama dan berganda-ganda catiknya dari yang kedua yang beliau jumpa tadi,dan tidak pernah di lihat di dunia,lalu wanita itu berkata,akulah Ainul Mardhiah, aku diciptakan untuk kamu dan kamu diciptakan untuk aku,bila lelaki itu mendekatinya wanita itu menjawab,nanti kamu belum syahid lagi,tersentak daripada itu pemuda itu pun terjaga dari tidurnya lalu dia menceritakan segala-galanya kepada sahabat lain, namun begitu dia memesan agar jangan menceritakan cerita ini kepada Nabi SAW,tapi sekiranya dia syahid barulah di ceritakan kepada Nabi saw.

Petang itu pemuda itu bersama-sama dengan jemaah yang terdapat Nabi saw di dalamnya telah keluar berperang/berjihad lalu ditakdirkan pemuda tadi telah syahid. Petang tersebut ketika semua jemaah telah pulang ke masjid, di waktu hendak berbuka puasa maka mereka telah menunggu makanan untuk berbuka (tunggu makanan adalah satu sunnah nabi). Maka kawan sahabat yang syahid tadi telah bangun dan merapati nabi saw dan menceritakan perihal mimpi pemuda yang syahid tadi.

Sahabat pemuda yang syahid tadi,dalam menceritakan kepada nabi saw,Nabi saw menjawab benar,benar,benar sepanjang cerita tersebut. Akhirnya nabi SAW berkata memang benar cerita sahabat kamu tadi dan sekarang ini dia sedang menunggu untuk berbuka puasa di syurga..

~What is AP?~

atap-baru0

 

images (1)

 

This afternoon, the author went to Nasi Ayam Penyet Restaurant with husband at Bandar Sri Permaisuri, Cheras Kuala Lumpur. For readers information, this is the map of location for that restaurant.

map to ayam penyet

 

The originality of this restaurant actually comes from Indonesian country. All the menus provided also an Indonesian Style and concept.

Ayam Penyet Restaurant was chosen because of the interesting menus together with a reasonable prices. Of course, the author ordered a set of Nasi Ayam Penyet (chicken rice). Below is the picture of the menu card and meal.

IMG-20120918-03114

P1220697

 

By that time, the author were served by a waiter/ waitress named; Lofa. She wasn’t girl. She also wasn’t boy. But the most important is, she/he was very nice person. She/ he treated us more better than normal person.

In Malaysia, we called her/ him as a MakNyah or Choi. The author and husband were talking while eating and so many things that she/ he tell the author. She/ he had a very positive thinking minded especially in terms of how she/ he look or judge the people outside. For her/ him, all people are nice.

Moral value that the author and husband can share is; Don’t judge a book by it’s cover…

d18

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

~What inside Kelantan?~

Welcome to Kelantan!

kelantan

Kelantan is a state of Malaysia. The capital and royal seat is Kota Bharu. The Arabic honorific of the state is Darul Naim, (“The Blissful Abode”).

Kelantan is positioned in the north-east of Peninsular Malaysia. It is bordered by Narathiwat Province of Thailand to the north, Terengganu to the south-east, Perak to the west, and Pahang to the south. To the north-east of Kelantan is the South China Sea.

Kelantan is located in the north-eastern corner of the peninsula, Kelantan, which is said to translate as the “Land of Lightning” (see alternate theories below), is an agrarian state with lush paddy fields, rustic fishing villages and casuarina-lined beaches. Kelantan is home to some of the most ancient archaeological discoveries in Malaysia, including several prehistoric aboriginal settlements.

Due to Kelantan’s relative isolation and largely rural lifestyle, Kelantanese culture differs somewhat from Malay culture in the rest of the peninsula; this is reflected in the cuisine, arts, and the peculiar Kelantanese Malay dialect, which is unintelligible even for some speakers of standard Malay.

Local specialties

Apart from consumable items imported from Thailand, there are dishes which have developed through the rich culture of the Kelantanese themselves, such as:

Specialty Description
Nasi dagang This is a mix of white rice and brown glutinous rice which is cooked with coconut milk, blended onions, garlic and some spices (such as fenugreek(halba). Fish or chicken curry is usually a complementary dish, together with a mild brown sugared sambal (chili paste).
Nasi kerabu Nasi Kerabu literally means “rice salad”. Kelantan has a variety of nasi kerabuNasi kerabu biasa (“normal”), putih (“white”), hitam (“black”, though the actual color is blue after the flower used as colouring in the recipe) and kuning (“yellow”), for the turmeric used in the cooking process). Each kerabu is usually served with a matching, traditional sambal. Thekerabu (salad) itself can be any combination of vegetables or edible leaves. It is also served with fried breaded fish, keropok keping (see below), salted egg, solok lada (chillies stuffed with minced fish and grated coconut), and pickled garlic. Importantly, a sauce called budu must be included for the dish to qualify.
Nasi tumpang Rice packed in a cone-shaped banana leaf. A pack of nasi tumpang consists of an omelettemeat floss, chicken and/or shrimp curry and sweet gravy. It is traditionally meant for travellers.
Ayam percik Wood-fire broiled chicken dressed with sweet coconut gravy. Ayam golek/ayam percik is eaten with white rice in major family dishes and is served during feasts.
Nasi berlauk A popular breakfast food for the Kelantanese. Nasi berlauk is rice served with fish or chicken and vegetables cooked with turmeric and galangal infused yellow gravy.
Nasi ulam Ulam is the local term for raw vegetables – the meal consists of white rice served with a variety of raw vegetables, and is one of the healthier dishes found in Malay cuisine.
Keropok These are Kelantanese crackers and can be made from fish, prawns or squid. The way they are made is similar to keropok gote, but after they are steamed or boiled and thinly sliced and dried for storage or further cooking.
Keropok lekor These are Kelantanese fish sausages. Made by combining fish flesh and sago or tapioca flour, keropok lekor is rolled into long firm sticks and then steamed or boiled. To enjoy it, one has to cut it into desired bite sized and deep fried. It is a popular schoolchildren’s snack food.
Laksa Kelantan The laksa dish, white noodles served with gravy (curry or otherwise) and vegetables, is made differently in every state in Malaysia. The laksa in Kelantan is richer and has a more full-bodied flavour. The main ingredient is fish flesh. Laksam is another version, with a thicker noodle (similar to kuey teow). Laksa or laksam is served with ulam similar to that in nasi kerabu, with a pinch of salt and belacan, a fermented shrimp paste.

Thai-influenced dishes

Somtam

Somtam is a green papaya salad with a salty, spicy, and sour taste. The main items in it are young, unripe papaya, soy sauce, groundnuts, fish sauce, lime juice, and chilies. These items are combined in a mortar, pounded with a pestle for few seconds and served. The salty and lime juicy taste is very popular. This light dish is widely available in regions with large numbers of ethnic Thais, such as Tumpat and Siamese wats.

IMG_5345_zpsbe0a38d8

Colek
Contrary to popular belief, Colek is not just a dipping sauce, but can also refer to a snack eaten with the sauce. Colek comes in various forms, including meaty cholek, colek ayam (chicken), colek perut (cow tripe), colek pelepong (cow or lamb lung; usually fried plain), and also a variety of colek buah(fruits; usually unmatured, thus crunchy and taste sour) such as colek pauh (mango). The sauce or “the colek” comes in various forms. • Colek manis (with brown sugar). • A sweet, sour and very mildly hot version. This colek is different from other chili sauces because colek is very thin and rather sweet. This dipping sauce is used for chicken, and also goes well with shrimp, fish cake, spring roll, sausage, etc.
kelantan-food-cholek-buah
Budu
Budu is a salted (fermented) anchovy sauce eaten mainly as flavouring with rice, grilled fish and vegetables/salads (ulam). A bit of lime juice, hot chilis and shallots are added on for taste. Also, tempoyak (fermented durian) or fresh durian is added for good measure. Once so combined, the purple-brownish condiment has a blend of salty and sour taste. Sometimes, budu is used in cookings as part of the ingredient. Nowadays, other types of fish are also used to create Budu. Famous budu maker villages are Kg. Tawang, Bachok and Kg. Penambang near Kota Bharu. Similar sauces are found in the Philippines and Indochina (Vietnam, Cambodia).
budu kelantan
Tempoyak
Tempoyak is a fermented durian dip, used with normal white rice. Most unforgettable is eating the ‘tempoyak+budu+ulam’. Those with high blood pressure should beware of the high salt content of this condiment, however.
tempoyak
Phat phet
Another famous Thai dish is ‘phat phet belut’. The main ingredient of this cooking is eel. Many Thai restaurants around Tumpat and Wakaf Bharu make this dish their main attraction. Some customers prefer it spicy, and some prefer it less spicy. This dish is not easy to cook; it needs some experience in handling the heat, natural ingredients, salt, and the eel itself. This dish is also influenced by Chinese cuisine, for whom there is a belief that eating this exotic food is more healthy.
Kg%2520Kulim1

Culture

Kelantan is known as the cradle of Malay culture based on the diverse cultural activities practised by Kelantanese. Among the popular cultural practices are Dikir BaratWayang Kulit Kelantan,Wayang Kulit MelayuMak YongMenoraMain PuteriWau Bulan (kite-flying), Gasing (top-spinning), Silat, bird-singing competition and handicrafts.

Batik

IMG_0331-2_1500x1100_500KB

Dikir Barat

113

Wayang Kulit

Wayang_1

Mak Yong

mak yong

Gasing

b25.23094605_std

Silat

silat

Wau

wau

Menora

menora_72px2

Songket

p2songket

~Nisfu Syaaban, Rasulullah & Umatnya~

Malam Nisfu Syaaban merupakan malam yang penuh berkat dan rahmat selepas malam Lailatul Qadar.

Saiyidatina Aisyah r.a. meriwayatkan bahawa Nabi S.A.W tidak tidur pada malam itu sebagaimana yang tersebut dalam sebuah Hadis yangg diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi r.a:

Rasulullah S.A.W telah bangun pada malam (Nisfu Syaaban) dan bersembahyang dan sungguh lama sujudnya sehingga aku fikir beliau telah wafat. Apabila aku melihat demikian aku mencuit ibu jari kaki Baginda S.A.W dan bergerak. Kemudian aku kembali dan aku dengar Baginda S.A.W berkata dalam sujudnya,

“Ya Allah aku pohonkan kemaafanMu daripada apa yang akan diturunkan dan aku pohonkan keredhaanMu daripada kemurkaanMu dan aku berlindung kepadaMu daripadaMu. Aku tidak dapat menghitung pujian terhadapMu seperti kamu memuji diriMu sendiri.”

Setelah Baginda S.A.W selesai sembahyang, Baginda berkata kepada Saiyidatina Aisyah r.a.

“Malam ini adalan malam Nisfu Syaaban. Sesungguhnya Allah Azzawajjala telah datang kepada hambanya pada malam Nisfu Syaaban dan memberi keampunan kepada mereka yang beristighfar, memberi rahmat ke atas mereka yang memberi rahmat (membuat amal makhruf dan nafi munkar) dan melambatkan rahmat dan keampunan terhadap orang-orang yang dengki.”

Hari Nisfu Syaaban adalah hari dimana buku catatan amalan kita selama setahun diangkat ke langit dan diganti dengan buku catatan yang baru. Catatan pertama yang akan dicatatkan dibuku yang baru akan bermula sebaik sahaja masuk waktu Maghrib (waktu senja), (15 Syaaban bermula pada 14 haribulan Syaaban sebaik sahaja masuk waktu Solat Maghrib)

Nabi Muhammad s.a.w. menggalakkan umatnya untuk bangun malam dan berjaga serta beriktikaf sepanjang malam kerana tidak mahu amalan diangkat dalam keadaan tidur atau lalai.