sang…

Jemari ini ingin menari laju hari ini. Menitipkan perjalanan sebuah jambatan kehidupan yang tidak pasti ke mana arah tujunya. Mencari bahagia yang tidak pasti akan bertemu atau tidakkah.

Di manakah aka nada bahagia jikalau fajar menyinsing dengan amarah yang tidak pernah ada rasa puas hati dari sang suami. Setiap hari hari dimulai dengan amarah yang tiada bersebab. Sedangkan si isteri bersengkang mata di malam hari menemankan anak anak yang kecilan.

Apakan daya sang hati tatkala sang suami membenamkan sifat berkira dengan isteri sendiri dalam kehidupan seharian walhal itu adalah tanggungjawab yang diamanahkan sang Pencipta. Sering diungkit tentang pulus yang diperolehi setiap purnama dan dihabisi oleh anak anak dan sang isteri. Di mulutnya kata tidak mengapa tetapi tingkahnya seringkali memberontak dan mewar warkan amarah.

Sang isteri bertanya sampai bila harus keadaan ini berterusan… Saat itu juga sang suami berkira kira ingin mencari gadis lain sebagai suri. Sang isteri tidak sesuai bergandingan dengannya kerana seringkali menyakiti hati. Lalu sang isteri meng’amin’kan doa sang suami. Semoga sang suami bertemu sang isteri yang boleh berdepan dengan seribu api yang panas mem’baran’.

Sejauh mana kaki ini melangkah bersama sang baran…hanya Dia yang pasti. Dia sudah menentukan yang terbaik untuk sang isteri dan anak anak..

Advertisements

::Pendapat/Comment::

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s