~Suara Rindu Ku~

Rinduku tidak bersuara… Tetapi hatiku melompat kesakitan. Pedihnya cukup menyiat sehingga ke kalbu…

Suatu yang indah Ceritanya bermula semalam Andainya dapat ku rasa selamanya Tetapi ku takut tidak mungkin dapat ku miliki walaupun kau hadir hanya dalam mimpi

Ku teruskan hidup Hari demi hari pun berlalu Seksa dan derita ku tanggung sendiri Apa yang tinggal hanyalah Doaku padamu Tuhan Pasrahku hanya kamu yang menentukan

Pun tak pernah ku sesalkan Kecewa datang dan pergi Tinggalku sendiri Ditakdirkan aku syukur selalu Sesungguhnya aku tahu Temanku hanyalah aku

Semoga suatu hari nanti Dapat ku temui Penawar dukaku yang berdarah luka Pabila bertemu pasti aku suarakan rindu Laguku untukmu buat selamanya

“Saya teruskan hidup hari demi hari. Saya memandang langit biru saban petang. Saya mendengar deruan ombak tanpa jemu. Saya merasai indahnya irama burung berkicauan. Namun semua itu tidak ada nilai sedikitpun pada saya. Kerana kau telah tinggalkan aku sendiri. Sesungguhnya aku tahu kini, temanku hanyalah aku…” Adam menyapu bangku yang pernah menjadi tempat Arina bersimpuh suatu ketika dulu. Kenangan ketika bersama mana mungkin dilupakan.

“Maafkan aku, sayang…” Airmata mengalir lagi.

Advertisements

::Pendapat/Comment::

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s