~Hati yang Luluh~

“Adam, boleh abang tanya sesuatu?” abang Ahmad melihat wajah adik

iparnya.

“Tanya apa, bang?” Adamamembalas pandangan

dengan senyuman seakan kanak-kanak.

“Arina tu siapa?”

Air mata mula menitis. Adam

merenung kembali lautan nan luas di hadapannya. Kemudian dia mengusap bangku

tempat dia sedang duduk ketika itu.

“Arina adalah nyawa saya, bang…

Tetapi kenapa Allah hukum saya begini? Saya rindukan dia separuh mati, bang.

Separuh mati. sejak dia tiada, hidup saya tiada makna lagi…” Adam menangis

teresak-esak.

“Saya menyesal, bang!

Menyesal!!!”

Melihat Adam muali tidak keruan, abang

Ahmad memeluknya erat.

“Sudah la, Dam… Arina dah

bertahun-tahun pergi. Cukuplah kau menyiksa diri begini.”

“Untuk apa saya hidup, bang… Dia

lah satu-satunya manusia yang saya pernah sayang seumur hidup saya…” Adam

menangis lagi….

“Jasad dia terkubur, tetapi nyawa

saya yang hilang, bang…” Adam teresak – esak lagi.

Advertisements

::Pendapat/Comment::

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s