Fitnah…

Fitnah, kadang kita sering mendapat kabar dari orang lain tentang omongan jelek tentang seseorang. Berhati-hatilah karena belum tentu itu benar dan bisa saja mereka hanya memfitnah orang itu. Karena orang yang beraninya fitnah dibelakang dan menyebarkan fitnah dibelakang itu termasuk perbuatan keji. Kadang ada orang yang iri dan dengki dengan orang yang mempunyai harta lebih darinya makanya memfitnah untuk menjatuhkan mereka.

Satu sikap yang merosakkan sesuatu kebahagiaan umat Islam ialah ‘suka membawa mulut’, mereka-reka serta menambah cerita buruk, malah melaga-lagakan orang sehingga kisah yang pendek menjadi panjang.

Ia juga disebut menabur fitnah iaitu menceritakan keburukan orang kepada individu tertentu dengan tujuan menimbulkan kebencian dan permusuhan terhadapnya.

Firman ALLAH didalam Al-Qur’an

”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS. al-Hujurat: 6)

Janganlah memata-matai saudaramu, dan janganlah kalian menjelek-jelekkan satu sama lain. Apakah kamu ingin memakan daging mentah, bangkai saudaramu yang sudah mati? Dan Allah tidak suka dengan hal itu. Laa yaghtab ba`dakum ba`da. Jangan menjelek-jelekkan satu sama lain, jangan bicara buruk tentang satu sama lain, karena dengan itu Allah akan menempatkan kalian di bawah hukumanNya dan mengambil seluruh hasanat (kebaikanmu) dan memberikan kebaikan amal ibadahmu kepada orang yang kalian dzalimi, dan mengambil keburukan dosa-dosa orang yang kalian dzalimi dan diberikan kepadamu.

Memfitnah hukumannya lebih berat dari ketidaktaatan. Fitnah akan menyebabkan hukuman yang lebih berat dari Allah. Allah swt menghukum lebih berat orang yang membuat fitnah daripada orang yang membuat dosa besar. Karena fitnah akan menciptakan kebingungan. Fitnah akan menciptakan situasi dimana banyak orang akan terjatuh dalam dosa fitnah itu tanpa mengetahui bahwa mereka telah jatuh kedalam perangkap setan, dan tidak ada jalan keluar bagi orang yang membuat fitnah. Tidak ada pengampunan bagi orang yang membuat fitnah. Itulah sebabnya Allah swt tidak suka dengan orang yang suka memfitnah.

Fitnah, ketika seseorang membuat fitnah, setelah itu terjadi maka orang percaya dan kemudian generasi baru yang datang, mereka pikir itu adalah kenyataan dan kebenaran maka kemudian situasi yang tercipta menjadi tidak ada yang berpikir bahwa cerita itu sebenarnya adalah fitnah. Jadi setelah 10-15 tahun orang-orang baru datang dan berpikir ini adalah realitas yang telah ditetapkan sebagai kebenaran, atau seseorang yang menuduh, mereka menganggap hal itu setelah beberapa waktu sebagai sebuah fakta kebenaran, tetapi pada kenyataannya adalah berita bohong. Maka tidak ada jalan keluar untuk mereka yang memfitnah, dan juga orang-orang yang menyebar fitnah, ini adalah Fatwaku, dosa orang yang memfitnah lebih besar dari dosa orang yang melakukan dosa besar.

Itulah sebabnya Allah swt ingin kita menjadi sadar, dan itulah sebabnya Dia mengatakan dalam Al Qur’an: Jangan menjelek-jelekkan satu sama lain. Lalu kalian akan menerima kutukan yang sama. Allah mengutuk orang yang membawa fitnah itu menyebar. Maka akan lebih baik untuk tetap diam di depan orang yang menyebar fitnah, karena Allah mengutuk orang yang membawa fintah keluar, kalian menjadi seperti Iblis. Jadi jika kalian bukan dari golongan Awliyaullah, dimana Allah swt berfirman: Awliya Allah, sesungguhnya mereka tidak ada rasa takut tidak juga mereka bersedih hati. Maka janganlah kalian terjatuh ke dalam fitnah.

Mengapa orang berkelahi satu sama lain? Karena fitnah dan gibah. Mereka berkelahi karena seseorang memfitnah orang yang tidak bersalah, sehingga mereka berkelahi.

perbuatan itu bukan hanya merugikan seorang dua, malah menyebabkan hilangnya perasaan kasih sayang, hormat dan kepercayaan, sehingga runtuh segala sendi kebahagiaan rumahtangga. Sikap seperti itu sangat tercela. Ia satu daripada perbuatan dosa besar yang akan mendapat ancaman seksa amat berat di hari pembalasan kelak.

Antara faktor yang menimbulkan fitnah ialah dorongan perasaan terhadap orang lain, ditambah kekurangan iman dan tiada kefahaman mengenai larangan dan kemurkaan Allah, malah hati dan jiwa seseorang yang kotor, lemah tahap pemikirannya dan sukar menerima kebenaran.

“Adapun orang yang berpenyakit dalam hati mereka, maka surah itu menambahkan kekotoran pada kekotoran yang sedia ada pada mereka dan mereka mati, sedang mereka berkeadaan kafir.” (at-Taubah:125)

Faktor lain yang mendesak seseorang melakukan fitnah kepada saudaranya ialah kerana ingin mendapatkan kuasa, pengaruh serta kepercayaan orang terhadap diri, malah ingin menunjukkan dirinya seorang yang lebih baik daripada orang yang jadi mangsanya.

Rasulullah s.a.w menegaskan, menyelidiki rahsia dan memfitnah orang lain yang baik, termasuk ciri orang munafik yang mengaku beriman dengan lidahnya, sedangkan hatinya benci. Mereka di hari kiamat akan dibebani dengan dosa besar di depan Allah.

Dengan perkembangan teknologi, semakin mudah pula mengadakan berita palsu, fitnah dan segala celaan, dengan cepat tersebar ke seluruh ceruk rantau.

Bagi penyebar fitnah sepatutnya perlu bertanggungjawab atas apa yang ditulis, diucap dan disebar, bukannya menulis, bercakap dan menyebarkan berita mengikut sesedap hati tanpa di selidiki, kerana semua itu akan ditanya Allah.

“Dan janganlah kamu mengikut apa yang kamu tidak ketahui; sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan ditanya apa yang dilakukan.” (al-Isra:36)

Orang yang menyebarkan fitnah nanti di dalam kubur akan disiksa oleh Allah. Perkara ini dapat dibuktikan melalui kisah yang diceritakan Rasulullah s.a.w.

Suatu ketika Rasulullah s.a.w melalui dua kubur lalu baginda bersabda, maksudnya: “Sesungguhnya penghuni dua kubur ini diseksa. Keduanya tidak diseksa kerana dosa besar.

Allah tidak membenarkan perkara keji, berita palsu ber kembang dalam masyarakat Islam, lebih-lebih lagi jika ia membabitkan kehormatan dan maruah seseorang.

Orang yang suka mengadu domba tidak akan masuk syurga, sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Tidak masuk syurga orang yang suka mengadu domba.” Sebagai Muslim, sepatutnya masing-masing menghayati pengertian terhadap ‘Islam’ yang dianuti dan dijadikan cara hidup, iaitu kesejahteraan.

Agama kesejahteraan bukan hanya menjamin kesejahteraan kepada diri sendiri, malah ia juga memberikan kesejahteraan kepada orang lain, dengan tidak mengata terhadap saudara seagama, tidak menyakiti mereka dan tidak mencabuli hak mereka apatah lagi ahli keluarganya.

Perbuatan menabur fitnah sebenarnya lebih kejam daripada membunuh, kerana kesan kerosakannya lebih teruk. Jika dengan membunuh, walaupun ia tetap salah, tetapi mangsanya mungkin seorang, tetapi dengan fitnah mungkin mengakibatkan ramai orang dan kesannya berentetan se hingga bertahun-tahun.

Pada zaman nabi dulu pernah berlaku peristiwa fitnah, sebagaimana dialami isteri baginda, Saidatina Aisyah r.a. Beliau dituduh melakukan perbuatan keji dengan Safwan bin al-Ma’athal selepas perang umat Islam dengan Bani Mush thalaq pada tahun kelima hijrah. Akibat kejadian itu, lebih sebulan Aisyah sakit dan di asingkan Rasulullah sehingga turun ayat yang menegaskankesucianbeliau.

“Sesungguhnya orang yang membawa berita dusta itu golongan daripada kalangan kamu, jangan kamu menyangka berita itu buruk bagi kamu bahkan ia baik bagi kamu. Tiap-tiap seorang antara mereka akan beroleh hukuman sepadan dengan kesalahan dilakukannya itu, dan orang yang mengambil bahagian besar dalam menyiarkannya di antara mereka, akan beroleh seksa yangbesardiduniadandi akhirat.

Sesungguhnya orang yang suka menghebah tuduhan yang buruk di kalangan orang yang beriman, bagi mereka azab yang tidak terperi sakitnya di dunia dan di akhirat dan ingatlah Allah mengetahui segala perkara sedang kamu tidak mengetahui. “Dan kalaulah tidak kerana adanya limpah kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu, dan sesungguhnya Allah amat melimpah belas kasihan-Nya.” (an-Nur: 11-20)

Melalui pembacaan artikel ini sudah cukup jelas kepada umat Islam, apabila menerima sesuatu berita hendaklah terlebih dulu diselidiki, lebih-lebih lagi berita yang menyentuh kehormatan se seorang, kerana mungkin dengan penyelidikan itu dapat mengetahui lebih jelas perkara terbabit, sama ada benar atau palsu.

 

Baiklah dengan artikel fitnah ini, mudah-mudahan bermanfaat

Advertisements

🌸Rindunya Allah pada Tangisanku🌸

e81922cf3fdca42eb792750d60eb5f16

Setiap apa yang bermula, pasti akan berakhir. Dan setiap kejadian yang berlaku, pasti ada hikmahnya..

Tahun 2017 adalah tahun yang baik utk aku. Permulaan dan pengakhiran yang baik sekali. Namun tahun 2018, aku ditakdirkan dengan permulaan yang sgt menyakitkan.

Bukti Allah merindui tangisan istikharah dan tahajjud seorang hamba. Ujian yang aku sangka akan berlaku namun tidak ku sangka dtgnya ia secepat itu.

Ujian yang meremukkan hati aku, yang membawa maruah aku jatuh ke bawah. Hanya Allah yg lebih mengerti.

Besarnya ujian ini padaku. Dan syaitan telah berusaha dengan gigih utk menjatuhkan aku namun dia masih belum berjaya. Kerana aku meletakkan redha dan syukur aku pada Allah yang menurunkan ujian itu.

Semakin aku dekat dengan Allah, semakin aku cinta dengan agama ku, semakin syaitan dan iblis berusaha menggoda aku. Tidak lepas juga mereka berjaya menggoda insan sekeliling aku dan hampir berjaya memusnahkan satu satunya anugerah Allah yang sgt berharga.

Allahuakbar, hebat sungguh godaan syaitan. Melebihi akal waras seorang khalifah Allah yang dimuliakan Allah yang berketurunan Nabi Adam.

Terima kasih ya Allah… Krn hadirkan aku dengan ujian yg besar ini. Sesungguhnya aku bersyukur kerana Engkau masih bersamaku..

 

rose_eno

Desa Pandan, KL

🏵️Ku Basuh Luka dengan Airmata🏵️

Sekian lama kita menjalinkan cinta
Akhirnya tak ke mana
Hanyalah diriku saja yang setia
Dalam perhubungan kita
Andainya engkau buat bermacam alasan
Setelah kau membenci
Dulu diriku kau pandang semuanya indah
Kini semuanya tak kena
Mengapa tidak kau berterus terang
Bahawa engkau ada yang lain
Aku doakan agar kau tak menyesal
Biarkan diriku
Menanggung duka lara sendiri
Susah payah tak sorang pun tahu
Terasa hinanya bila kau menyingkir diriku
Ku ucap selamat tinggal cinta & selamat tinggal kekasih
Biar pun sukarnya untuk melupakanmu
Dan tak perlu lagi kau bertanya
Tentang diri ini
Biarlah ku sendiri hidup dalam sepi
Ku basuh luka dihatiku dengan airmata
Betapa pedih tak terkata
Lalu ku terkulai didalam sangkar rindu

 

Continue reading

🏵️Elak gangguan jin/syaitan🏵️

Mari amalkan…

1. Jangan sidai baju dalam bilik air . Setan akan masuk ke dalam baju tersebut. Bila kita pakai, kita yang kena.

2. Jangan biar baju disidai di luar berembun. Biarkan di luar, esok basuh balik baru jemur balik…nanti dia akan ikut masuk dalam rumah. Ambil sebelum maghrib.

3. Jangan biar nasi berteraburan di lantai. Jin akan makan. Seolah-olah kita menjemput mereka (jin/setan) masuk ke dalam rumah, habis makan malam bersihkan.

4. Jangan buka tingkap atau pintu waktu maghrib. Setan/jin akan masuk melalui ruang² yang terbuka.

5. Banyakkan bersedekah untuk hindar penyakit…termasuk penyakit hati, hasad dengki.

6. Berhenti seketika ketika perjalanan dalam waktu maghrib. Waktu maghrib merupakan zon merah, banyak setan berkeliaran. Singgah ke masjid atau kedai kopi.

7. Jangan biarkan anak main di luar rumah ketika waktu maghrib.

8. Jangan bercakap dalam tandas. Tandas rumah jin, umpama kita bersembang dengan dia.

9. Jangan kencing berdiri. Jin / syaitan yang disambar petir yang cacat akan sihat semula bila kena air kencing orang berdiri.

10. Tutup kepala bila buang air besar. Setan akan ambil najis dan lumur di atas kepala bila tidak ditutup.

11. Tutup makanan dan minuman ketika ditinggalkan. Memadai tutup dengan sudu dan baca bismillah..kalau tutup penuh lagi bagus. Setan akan berak & kencing dalam makanan yang terbuka lama.

12. Jangan makan makanan yang terbuka lama..sebab dah jadi makanan jin/setan

13. Jangan tidur kaki menghadap ke kiblat. Tidur mengiring ke kanan, badan dan muka hala ke arah kiblat..sihir mudah masuk kalau tidur kaki menghadap ke kiblat. ia akan masuk melalui kaki.

14. Jangan gantung gambar bernyawa dalam rumah.

15. Jangan pamerkan patung di dalam rumah.

16. Gunakan jam tawaf di rumah. Untuk dapatkan aura tawaf.
Ada 1 kes, gantung jam tawaf dalam rumah 3x jatuh, bila dikaji isterinya ada saka.

17. Amalkan ayat Manzil.

18. Pasangkan cd ayat Ruqyah & bacaan 30 juzuk.

19. Basuh pad wanita sebelum buang dalam tong sampah. Kalau tidak , jin suka makan darah.

20. Jangan makan/minum dengan tangan kiri.

21. Basuh pinggan makan selepas makan malam.

22. Sediakan semburan air yang telah di ruqyahkan untuk persiapan. Kalau ada apa² boleh digunakan.

23. Solat berjemaah dalam rumah bersama keluarga sekurang-kurangnya 3 kali seminggu.

24. Masuk rumah bagi salam, A’uzubillah, Bismillah hissami’il ‘alim dan masuk menggunakan kaki kanan.

25. Jangan tidur di antara Asar dan Maghrib. Zon oren atau zon kecerdikan. Kalau tidur akan jadi lembap.

26. Peluk isteri suami setiap kali bangun pagi.

27. Peluk dan cium anak bila hendak keluar.

28. Bacakan Al-fatihah dan tiupkan di ubun-ubun anak² masa tidur dan niatkan .

29. Genggam beras. Selawat 3x, alfatihah 1x, kacau ikut tawaf masa setiap kali nak masak nasi. Niat . Untuk kebahagiaan.

30. Jangan makan organ dalaman binatang. Contoh hati.

31. Letak ais pada pipi sekali sekala . Zon himunisasi.

32. Mandi ais sekali skala . Mandi sebelah malam. Untuk keluarkan haba panas dalam badan dan kebaikan organ dalaman.

33. Mandi garam pagi dan petang.

34. Pakai wangian sebelum tidur, jin tak suka wangi²an.

35. Digalakkan berhubungan dengan suami/isteri 3x seminggu.

36. Dilarang berhubungan dengan isteri/suami dalam tandas.

37. Amalan zikir asma ul husna.

38. Makan kurma 1 hari 1 biji

39. Makan garam bukit setiap pagi. Garam untuk neutralkan asid dalam badan.

40. Baca doa untuk lembutkan hati suami/isteri..tiup kat ubun dan telinga dia.

41. Baca 3 kali Surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq dan Surah An-Nas sebelum tidur, 3 kali ayat qursi.

42. Baca bismillah 5, 3x sebelum makan. Bismillahillazi…terlindung dari santau.

43. Selawat nabi 3x pada nabi sulaiman ketika nak ambil​ daun pada waktu malam.

44. Pasang lampu ketika tinggalkan rumah, jangan biar gelap.

45. Segalanya serah pada Allah taala.. Tawakal pada Dia…berdoa setiap pagi waktu subuh.

Semoga bermanfaat….

~ku bersuara lagi~

Assalamualaikum kepada pembaca yang mungkin menantikan penulisanku yang telah agak lama kesepian.

Bukan bermakna tiada lagi karangan. Mana mungkin kehabisan karangan hidup yang berjela jela incinya.

Ku titipkan lagi dan lagi agar rindu itu berbalas. Tiada lagi penyesalan malahan redha dengan ketentuan Allah satu satunya maha mengetahui.

Kehidupan ini berjalan serentak dengan isi alam sesuai kemenjadiannya. Jika mampu, ku teruskan berjalan memimpin tangan mereka yang memerlukanku.

Hidupku kini lebih penuh dengan makna hatta hadirnya insan insan anugerah Allah kepadaku.

Tiada apa lagi yang dapat ku kesali melainkan hidup ini ku teruskan walau pelbagai duri ranjau bertimpa timpa.

Ya Allah… sesungguhnya perancangan Mu adalah yang paling wajar dan hikmahnya sangat penuh melimpah limpah.

Alahamdulillah..

 

Rose_Eno
Cheras

Syurga Sang Isteri…

Rasulullah s.a.w dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah r.a bermaksud:

“Aku pernah bertanya kepada Baginda: “Siapakah orang yang paling berhak ke atas isteri ?” Baginda menjawab:”Orang yang paling berhak kepada isteri ialah suaminya”. Kemudian aku bertanya lagi :”Dan siapakah orang yang paling berhak ke atas suami?” Baginda menjawab:”Orang yang paling berhak ke atas seorang suami ialah ibu kandungnya.” – (Riwayat Bazar dan al-Hakim)

Seperti semua sedia maklum, syurga seorang perempuan (belum kahwin) terletak di bawah tapak kaki ibunya.., tetapi, bagi seorang wanita (bergelar isteri), syurga nya terletak di bawah kaki suami.

Maknanya, taat kepada suami maka, si isteri akan mudah mendapat syurga. Mudah sebenarnya seorang wanita untuk mendapat syurga Allah s.w.t.

Dalam sebuah hadis yang lain pula Baginda bersabda bermaksud: “Sekiranya aku dibenarkan untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada orang lain nescaya aku perintahkan seorang isteri bersujud kepada suaminya.” – (Riwayat Tirmizi dab Ibnu Hibban)

Betapa Rasulullah s.a.w menyuruh kita taat kan suami dan kalau si isteri menderhaka kepada suaminya.., walaupun cuma keluar tanpa izin. Maka jadilah si isteri tadi isteri yang nusyuz.., dan sesungguhnya isteri yang nusyuz tidak layak di syurga Allah!

Dalam hadis yang lain Rasulullah s.a.w bersabda bermaksud:

“Kebanyakan ahli neraka adalah terdiri daripada kaum wanita.” Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang daripada mereka: “Mengapa terjadi demikian, adakah kerana mereka berzina atau membunuh anak atau kafir ?” Baginda menjawab : “Tidak, mereka ini ialah mereka yang menggunakan lidah menyakiti hati suami dan tidak bersyukur akan nikmat yang disediakan oleh suaminya.” – (Riwayat Muslim)

Janganlah disakiti hati suami.., fikir sebelum nak berkata-kata.., kalau tak termasuklah kita dalam golongan di atas ni.

Kebelakangan ni mcam-macam kes tentang suami isteri dapat kita dengar, si isteri dah pandai mintak cerai sebab kononnya boleh hidup sendiri. Kalau lah si isteri yang mintak cerai dari suaminya baca hadis ni, rasanya mesti tak gamak dia nak berbuat sedemikian :

Sabda Rasulallah s.a.w bermaksud:

“Mana-mana isteri yang meminta suaminya menceraikannya dengan tiada sebab yang dibenarkan oleh syara’ maka haram baginya bau syurga.” – (Riwayat Abu Daud dan Tirmizi)

Ketahuilah wahai isteri sekalipun seseorang suami itu kejam atau jahat HARAM bagi isteri itu derhaka dan menyakiti hati suaminya. Isteri wajib taat kepada perintah suami dengan keadaan apa sekalipun SELAGI SUAMI TIDAK MEYURUH KE ARAH KEMAKSIATAN.

Ini adalah disebabkan oleh kemudahan jalan pintas untuk kesyurga yang Allah s.a.w berikan kepada isteri iaitu dengan hanya Menjaga Solat, Puasa,Jaga Kehormatan dan Taat Kepada Suami.

Sebagaimana Sabda Rasullullah s.a.w “Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dikehendaki”

Sabda baginda lagi.., “Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang di kehendaki dengan tidak berhisab!”

Sebagaimana isteri firaun Asiah yang tetap taat dengan suaminya yang kafir sehingga beliau dipancung .

Al-Quran surah At-Tahrim ayat 11 yang bermaksud : “Dan Allah s.w.t mengemukakan satu misalan perbandingan bagi orang yang beriman iaitu perihal isteri Firaun ketika ia berkata : “Tuhanku, binalah untukku sebuah istana di sisi-Mu dalam syurga dan selamatkanlah aku daripada kaum yang zalim.”

Permohonan Asiah diperkenankan oleh Allah s.w.t, lalu Allah perintahkan kepada malaikat : “Sesungguhnya hamba-Ku memohon pada-Ku dan aku perkenankan permohonannya.

Maka perlihatlah padanya gambarannya kerana suaminya didunia akan Aku ganti dengan suami yang lebih baik di dalam syurga, istananya yang ada di dunia akan Aku ganti dengan istana yang lebih baik di dalam syurga.”

Jika itu Takdirku…

cropped-cropped-wonderful-love-me-red-rose-wallpaper1.jpgAlam perkahwinan, tidak seindah yang kita idamkan. Biarpun hari ini kita bahagia, esok lusa belum tentu bahagia itu tidak diragut. Pasti tidak berlaku dan pasti juga akan berlaku.

Bagi pasangan isteri atau suami, kehadiran orang ketiga adalah sesuatu yang amat menyakitkan. Asalnya persahabatan, tetapi berakhir hingga ke ranjang. Remuknya hati, hanya Dia yang lebih mengetahuinya.

Biarpun mereka yang baik hubungannya dengan Allah juga sering dirundung masalah kecurangan sebegini, apatah lagi mereka yang jauh wudhuk dan solatnya.

Jika kini Hana/ Zarif yang menjadi orang ketiga dalam rumahtangga. Esok lusa pasti akan ada Sara/ Haikal pula sebagai galang gantinya. Orang ketiga hanyalah objek  kepada ujian yang Allah hadirkan bagi sesebuah pasangan.

Seringkali kita menjadikan orang ketiga dan pasangan kita sebagai pesalah keruntuhan rumahtangga kita. Namun kita lupa untuk muhasabah diri bahawa setiap apa yang berlaku itu berhikmah. Dan hikmahnya mungkin Allah mahu kita mendekatkan diri padanya. Tanda dia rindu akan rayuan dan airmata hambanya.

Jika Allah tidak menguji kita dengan ujian kecurangan pasangan, pasti ada ujian lain yang Allah berikan kepada kita. Terima dan hadapilah dengan hati yang berserah sepenuhnya kepada Allah. Sepenuhnya kepada Allah kerana pasangan kita hanyalah PINJAMAN semata-mata.

Jika anda ada sabar, bertahanlah. Jika tiada sabar dan lebih tenang tanpa memikirkannya, redha dan leraikanlah. Tiada satu pun pasangan di dunia ini yang berkahwin untuk berpisah. Namun jika perpisahan itu lebih membawa kita dekat dengan Allah dan menjauhkan kita dari perbalahan yang tidak berkesudahan, mungkin itu adalah sebaik-baik penamatnya.

Semoga kita redha dengan ujian Allah. Kerana hanya Dia yang tahu apa yang terbaik untuk kita…

Rose_Eno